1. Pengembangan tata pamong yang meliputi: (i) menyusun dokumen renstra PS MIL dan melakukan sosialisasinya; (ii) menetapkan SOP setiap kegiatan proses akademik (seperti dalam kegiatan perkuliahan dan pembimbingan tesis), penelitian, layanan pengabdian pada masyarakat, kemahasiswaan, perencanaan dan penganggaran keuangan, (iii) meningkatkan penjaminan mutu, dan (iv) melakukan peninjauan kurikulum secara periodik;

2. Peningkatan kualifikasi pendidikan dosen: (i) mewujudkan dosen tetap 100% bergelar doktor dan 50% mempunyai jabatan akademik guru besar; (ii) menyelenggaran proses belajar mengajar sesuai dengan SOP sehingga sekaligus memenuhi standar mutu pembelajaran; (iii) menghasilkan lulusan yang kuat dalam penguasaan konsep ilmiah, tajam dalam menganalisis masalah serta senantiasa mampu memutakhirkan penguasaan Ipteks-nya; (iv)  penyediaan literatur yang up to date  dan relevan dengan bidang kajian pengelolaan sumberdaya alam dan pembangunan lingkungan; (v) mengadakan kuliah umum secara regular minimal 6 kali/tahun; (vi) berpartisipasi pada kuliah umum/seminar/lokarya minimal 10 orang dosen/tahun; (vii) mengundang para narasumber eksternal minimal 8 orang dalam satu semester untuk menguatkan relevansi perkuliahan terhadap realitas yang dihadapi masyarakat sekaligus untuk membangun jejaring;

3. Menguatkan relevansi domain penelitian: (i) menyusun payung penelitian; (ii) menguatkan kolaborasi penelitian tesis mahasiswa dengan penelitian dosen; (iii) meningkatkan kinerja penelitian dosen minimal 34 penelitian dosen/tahun; (iv) mewujudkan publikasi dalam paper ilmiah tingkat internasional yang sesuai bidang ilmu 5 jurnal/tahun,
*paper tingkat nasional atau buku yang sesuai rumpun ilmu 16, 
*karya ilmiah (artikel dalam jurnal yang belum terakreditasi (Sinta<4),  karya ilmiah populer, surat kabar, dan diktat) yang sesuai bidang ilmu 32 artikel/tahunal minimal 84/tahun dan 5 jurnal nasional terakreditasi/tahun; 
*mewujudkan peraihan dana dosen minimal 5 hibah/tahun untuk penelitian kompetitif nasional dan disertai 1 hibah internasional per tahun, dan (vi) penelitian kerjasama ataupun layanan jasa konsultasi dengan pihak pemerintah daerah dan swasta di lingkungan Provinsi Lampung minimal 1 kontrak/tahun;

4. Pengembangan kerjasama, yaitu terwujudnya kegiatan kerjasama akademik: (i) dengan lembaga lokal minimal 4 kali/tahun, (ii) dengan lembaga nasional minimal 2 kali/tahun; (iii)  dengan lembaga internasional minimal  satu pertahun.